TechFest 2014 : Symphony About the Unity

Festival Seni kembali hadir di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Festival yang dikemas dengan nama TechFest kali ini mengusung tema Symphony About the Unity. Menuju teknik satu. Symphony About the Unity mengandung  makna bahwa teknik sedang menuju ke arah satu, yakni satu keluarga, satu tujuan, dan satu visi misi. Symphony menunjukkan makna keharmonisan dari teknik itu sendiri,  dan dari setiap jurusan yang ada menjadi selaras dan seimbang dengan jurusan yang lain, istilahnya saling melengkapi. Kata-kata “about the unity” mengandung makna menuju satu kesatuan. Setiap jurusan yang ada memang terpisah, tapi melalui TechFest diharapkan jurusan-jurusan tersebut akan menjadi “satu”. Selain itu, melalui ajang perlombaan yang ada di TechFest, akan dijaring bakat-bakat di teknik untuk mengikuti PORSENIGAMA, yaitu Pekan Olahraga dan Seni yang akan diadakan oleh Universitas Gadjah Mada.

TechFest merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun dari departemen OASE BEM KMFT untuk seluruh mahasiswa teknik UGM. Acara ini dipersiapkan khusus bagi mahasiswa teknik untuk mengasah bakat yang dimiliki dan mengujinya melalui perlombaan yang diadakan. TechFest ini diikuti oleh seluruh KM/HM yang ada di teknik. Nantinya setiap KM/HM wajib mengirimkan perwakilannya untuk megikuti setiap lombanya. Lomba-lomba yang diadakan antara lain Vocal Group, Tari Tradisional, Teater, Sketsa, Grafity, Stand Up Comedy, Band, Fotografi, dan Film Pendek. Lomba Film Pendek adalah lomba yang masih baru karena baru diadakan pertama kali di tahun ini. TechFest merupakan salah satu sarana buat kamu yang mau menguji bakat yang kamu punya. Di samping itu, kamu juga bisa menambah ilmu, pengalaman, dan teman teman baru dari jurusan lain. 

TechFest diselenggarakan pada tanggal 24 dan 25 Mei 2014. Tahun ini, TechFest diadakan selama dua hari berturut turut, dengan tujuan agar euforia TechFest masih terasa kental. Berdasarkan pertimbangan dari tahun lalu, euforia Techfest kurang terasa dikarenakan pelaksanaannya dilakukan pada minggu yang berbeda.

Adapun untuk pendaftaran lombanya, bisa dilakukan dengan pengisian form yang diberikan ke KM/HM pada tanggal 13 sampai dengan 19 April 2014 dan dikumpulkan pada tanggal 26 April 2014, atau bertepatan dengan technical meeting masing-masing bidang lomba.

Perlombaan yang diadakan akan dibagi menjadi dua hari. Pada hari pertama (24/5/2014) terdapat pemutaran Film Pendek, lomba Stand Up Comedy, Vocal Group, Teater, dan Sketsa. Sedangkan pada hari kedua (25/5/2014), ada lomba Group Band dari tiap KM/HM,  Tari Tradisional, Graffity, dan Pameran Fotografi.  Lomba-lomba tersebut terdiri dari dua babak, yaitu babak penyisihan yang akan diikuti seluruh peserta, dan babak final yang hanya akan diikuti oleh peserta terpilih saja. Lalu, untuk pemenangnya akan dibagi per kategori lomba, yaitu Juara 1, 2, dan 3. Serta terdapat juara umum yang berasal dari salah satu KM/HM yang ditentukan berdasarkan jumlah poin yang diakumulasi oleh juri. Juara umum ini terbagi menjadi Juara Umum 1, 2, dan 3. Setiap pemenang mendapatkan Trophy dan Sertifikat Juara. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada saat acara penutupan yaitu pada tanggal 25 Mei 2014. Pada acara penutupan ini, akan ada suguhan spesial dari band lokal dan band terkenal yang masih dirahasiakan namanya. Selain itu, Departemen OASE  juga tidak mau kalah memberikan penampilan khusus dan istimewa untuk kita semua.

Sebagai kesimpulannya, TechFest memang salah satu sarana untuk mahasiswa teknik menyalurkan hobi, bakat, dan mencari pengalaman. Oleh karena itu, segera persiapkan diri kalian untuk menyambut TechFest 2014. Semangat Berkarya Untuk Teknik Satu!

TechFest 2014 : Symphony About the Unity! Persiapkan dirimu. Gali potensimu. Menuju Teknik Satu!

Narasumber       : Irham Rosyadi TF’12
Redaksi              : Audita Widya Astuti

Harapan Itu Masih ada !



Pemilu 2014 untuk periode Pemilihan Legislatif sudah semakin dekat, tinggal dalam hitungan hari lagi pesta besar yang menghabiskan ratusan trilyun itu terlaksana. Tapi, kok masyarakat adem ayem saja ya? Sebagian besar masyarakat seolah menutup mata dan telinga mengenai hal ini. Ironisnya lagi, hanya segelintir orang yang bahkan tahu dan paham mengenai Pemilu Legislatif 2014. Bukankah memberikan suara pada Pemilu 2014 ini merupakan hak dan kewajiban tiap warganegara Indonesia? Lalu, apakah Teman-teman BUKAN termasuk segelintir orang yang tahu dan paham tentang Pemilu ini? Jika jawabannya ya, Teman-teman bukan termasuk segelintir orang itu, kini saatnya kita mulai refleksi diri. Kita semua mahasiswa, bukan? Mahasiswa, yang notabene menghabiskan sekian persen dari jatah anggaran negara dan masih tetap tidak peduli terhadap negara?

Teman-teman jagoan teknik UGM, sudah selayaknya kita peduli dengan bangsa ini. Salah satunya dengan memberikan suara kita pada Pemilu 2014 ini. Belum tahu dan paham tentang calon legislatifnya? Bukan alasan lagi, Teman. Sekarang kita bisa mengakses calon legislatif hanya dengan klik-klik tombol di gadget kita. Pertama, Teman-teman bisa mengetahui profil calon legislatif pada Pemilu 2014 dengan melalui website KPU http://dct.kpu.go.id/ !

Kedua, Teman-teman dapat mengetahuinya melalui aplikasi yang dapat diakses melalui gadget teman-teman yaitu http://pemiluapps.org/ ! Aplikasi yang brbasis android, ios dan web ini dikelola oleh @perludem. Aplikasi ini memang sengaja dirancang untuk menarik perhatian dari para calon pemilih. Maka dari itu, aplikasi ini memang dilengkapi dengan berbagai fitur menarik.

Jadi, masih beralasan juga tidak tahu calon legislatifnya? Tidak perlulah beralasan macam-macam, nyoblos yuk! Percayalah, masih ada orang yang pantas untuk kau titipkan harapanmu ! #kelingkingbiru#TotalitasTerbarukan 

Andhita Mustikaningtyas
Media Informasi Teknik

Klarifikasi Ketua BEM KMFT UGM



Sekedar klarifikasi untuk menindak lanjuti sebelum terjadi kesalah pahaman yang lebih dalam. Berikut merupakan selebaran yang sempat beredar di area teknik. Logo BEM KMFT disana hanya sebuah kesalah pahaman antara saya dengan panitia. BEM bukan sebagai penyelenggara, hanya saja saya secara pribadi menjadi salah satu pematik mengenai demokrasi dari acara tersebut.

Sejauh ini penyikapan dari BEM KMFT UGM tetap mendukung pemilu bersih, cerdas, dan berintegritas. Mohon maaf sebelumnya. Terima kasih.

Muhammad Rifki Ali
Ketua BEM KMFT UGM 2014

Teknik Bebas Nyontek? Why Not!

Sumber : http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/keep-calm-and-uts-ga-nyontek.png

Bulan April, bulan pertengahan semester genap, yang artinya UTS sudah di depan mata! Memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi, mahasiswa pasti tidak akan pernah lepas dari serangkaian ujian, seperti halnya kuis, UTS, UAS. Untuk saat ini UTS-lah yang paling dekat. Di Fakultas Teknik sendiri ada beberapa jurusan yang sudah memulai UTS, salah satunya adalah jurusan Teknik Fisika. Mendengar kata ujian, pasti tak ketinggalan pula dengan kata nyontek. Jujur nih, sebenernya tujuan kita belajar sebelum ujian apa sih? Buat kalian yang tanpa pikir panjang menjawab biar dapat nilai A, tentunya harus dipikir ulang lagi. Apakah sepenting itu nilai A? Sejatinya, kita adalah mahasiswa, kader-kader berkualitas pilihan Indonesia. Tugas kita sebagai mahasiswa tidak hanya mementingkan ego kita semata. Mahasiswa adalah penerus pembangunan negara. Jika kita masih membudayakan nyontek, ilmu apa yang bisa kita berikan untuk kemajuan negara ini? Mendapat nilai A jelas menjadi prioritas utama hampir 99% mahasiswa, tapi apakah proses untuk mendapat nilai A tersebut sebanding dengan usaha? Euforia ketika mendapat nilai A karena hasil perbuatan curang tentu tak akan se-“worth it” dengan usaha di tengah peluh sendiri. Terlebih tujuan utama dari ujian sendiri adalah untuk mengukur sampai di mana pemahaman dan penguasaan mahasiswa dalam setiap materi kuliah. Jika lembar jawab ujian kita adalah hasil karya orang lain, bagaimana kita bisa tahu sudah sampai di mana kemampuan kita? Belum lagi di dunia kerja mendatang, sebagai seorang engineer, kita dituntut untuk jujur terhadap data-data yang kita peroleh dalam suatu penelitian. Apakah kita masih mau bergantung pada orang lain? Dengan mencontek data orang lain? 

Mahasiswa yang sehari-harinya digembleng dengan kata-kata pergerakan, kontribusi, kritis, bahkan “politic controller” sepertinya perlu dikaji ulang jika budaya nyontek saat ini yang masih berkembang. Terlebih, mahasiswa selalu dianggap menempati strata sosial paling tinggi di mata masyarakat. Sering sekali kita (mahasiswa) menyuarakan kebobrokan Indonesia tanpa perlu berkaca diri sendiri. Mungkinkah itu karena kita kurang menekankan moral? Mungkin tidak hanya sebatas moral saja tapi juga semangat juang. Makanya, yuk perbaiki moral bangsa dari sekarang! Yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah calon penerus bangsa yang penuh tanggung jawab, bukan calon koruptor. Terlebih lagi, kita kuliah disubsidi oleh negara bukan untuk nyontek kan? Melainkan untuk memperbaiki kebobrokan serta membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Perubahan bisa dimulai dari diri kita sendiri dengan menahan diri dengan berpegang teguh untuk tidak nyontek. Dengan membudayakan integritas ini, generasi muda menjadi lebih bisa diandalkan untuk menjadi generasi penerus yang lebih baik. So, masih mau nyontek? 

Bertha Rastika
Media Informasi Teknik

Open Recruitment BEM KMFT UGM 2014



Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KMFT) Universitas Gadjah Mada kabinet Totalitas Terbarukan akan mengadakan Open Recruitment (Oprec) pengurus baru BEM yang akan dibuka akhir bulan April ini. Sebagai lembaga eksekutif dan pergerakan resmi di tingkat fakultas teknik, BEM KMFT berusaha mewadahi semangat-semangat kontribusi dari warga teknik untuk menjadi pengurus lewat kegiatan Oprec ini. Oprec ini adalah serangkaian acara yang akan berakhir nanti di awal Mei dan bertempat di sekitar Fakultas Teknik UGM.

Peserta dari Oprec kali ini, dibuka untuk seluruh mahasiswa angkatan 2013 Fakultas Teknik. Peserta Oprec yang mendaftar harus mengisi dan mengumpulkan serangkaian berkas, mengikuti sekolah kaderisasi, dan diakhiri dengan wawancara sebelum dilantik sebagai pengurus baru.

Muhammad Nabil Satria Faradis (Teknik Mesin 2012), Kepala Biro PSDM BEM KMFT mengatakan jika rangkaian acara bagi peserta Oprec ini memiliki tujuan untuk melihat kesiapan calon pengurus, mengakrabkan dan untuk lebih pengenalkan BEM kepada mereka. “Disini juga kami ingin menanamkan nilai-nilai dan idialisme BEM sebelum mereka masuk dan menjadi pengurus nantinya.” ujarnya. M. Rifki Ali, Ketua BEM KMFT, menambahkan jika pengurus baru BEM KMFT diharapkan bisa berkontribusi dan berkarya nyata untuk bangsa. Untuk teman-teman yang berminat, bisa bertanya langsung ke Sekretarian BEM KMFT maupun menghubungi Contact Person : 085646497472. (NSF)

Menengok Kegiatan Mingguan Dept. Sosmas BEM KMFT


PEDULI, BERBAGI, SELALU DIHATI
Kesan terhadap jargon tersebut nampaknya semakin erat saja dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Departemen Sosial dan Kemasyarakatan BEM KM FT Universitas Gadjah Mada.
Pada Jumat (21/03) Departement Sosmas kembali melaksanakan program kerjanya yang sering disebut dengan “Mengajar Rutin Panti”. Bertempat di Panti Asuhan Aisyah yang berada di daerah Ngabean, Yogyakarta. Departemen yang menjadi bagian dari anggota BEM Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ini mulai ‘beraksi’ menunjukkan kepeduliannya dengan mengajar anak-anak di panti tersebut. Menariknya, di hari tersebut tidak hanya nampak para mahasiswa dari departement sosial Masyarakat ini saja, tetapi kegiatan mengajar ini ternyata juga diramaikan oleh banyak mahasiswa dari Batalion IV Bambu runcing  yang sedang melakukan bakti sosial sebagai bentuk perwujudan dari tugas akhir ospek Prajurit 2013 yang lalu. Tentu saja ini kehadiran anggota batalion bernomor urut empat ini semakin meramaikan suasana.  Apalagi para anggota Batalion pun cepat akrab dengan dan bisa dengan mudah beradaptasi dan berkomunikasi dengan anak-anak.
“Anak-anaknya asyik jadi kita mudah beradaptasi”, ungkap Rimbun – salah satu anggota batalion.
Kegiatan mengajar pun sudah menjadi kegiatan rutin departemen sejak tahun 2006. Sehingga tidak mengherankan bahwa antara anak-anak dan para pengajarnya dikatakan sudah cukup akrab dan tidak terlihat kecanggungan sama sekali. Inti dari kegiatan ini adalah mengajar anak-anak yang sedang kesulitan dalam mengerjakan soal dan membantu mereka agar lebih mudah memahami pelajaran di sekolah.
Mekipun jumlah pengajar di Panti Aisyah ini sendiri sekitar 30 orang sedangkan anak-anak yang diajar sebanyak 54 orang, tetapi para pengajar tetap dapat beradaptasi dengan kendala tersebut.
“Kan satu pengajar bisa mengajar lebih dari satu anak. Lagipula kita juga sering dapat bantuan dari relawan kok. Ya salah satunya seperti dari battalion seperti hari ini.”, papar Yofrizal Alfi – Staff Departemen Sosmas sendiri.
Ternyata kegiatan ini juga tidak hanya dibatasi mengajar saja, tetapi juga sebagai wujud kepedulian kita kepada anak-anak. Sehingga disini kita menemani mereka dan bermain bersama mereka. Tidak ada kata pengajar dan murid tetapi disini kita lebih menganggap bahwa mereka adalah adik-adik kita. Kegiatan sosial yang dilaksanakan setiap Jumat malam ini selalu penuh antusias. Kegiatan malam tersebut pun berakhir setelah acara makan bersama antara anak-anak dan pengajar.
“Kami sangat menyambut baik jika ada mahasiswa yang ingin ikut kegiatan ini. Kegiatan ini terbuka kok untuk siapapun”, ujar Rizal Bagja Wiguna (Teknik Elektro 2012), Kepala Departemen Sosmas
Bagaimana, nampak seru kan kegiatan ini? Disini kita dapat melakukan banyak hal yang berguna lho. Berbagi kasih kan tidak selalu identik dengan materi. Membantu sesama sembari mengaplikasikan ilmu yang kita miliki juga bermanfaat kok. Bagaimana nih menurut kalian, GAMADA? Tertarik ikut?

Yovita Indriya
(Media Informasi Teknik)