Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Selasa, 30 September 2014

Pancasila di Hati Kami, G 30S/PKI Tak Akan Terulang Lagi!


1965, Indonesia pernah diguncang tragedi yang sangat memilukan sejarah dan catatan perjalanan bangsa Indonesia. Tragedi itu dikenang dengan Gerakan 30 September 1965 atau sering disebut dengan G 30S/PKI. Pada saat itu, para Jenderal dan Petinggi Angkatan Darat dibunuh secara sadis dan jasadnya dibuang ke Lubang Buaya, banyak rakyat yang tidak tahu-menahu tentang segala sesuatu juga ikut dibantai dengan penuh kekejaman.

Sampai detik ini, sejarah tentang tragedi G 30S/PKI belum menemukan titik terang. Masih diselimuti dengan kabut ketidakjelasan. Semuanya terjadi karena sepanjang perjalanannya para sejarawan belum menemukan bukti-bukti yang kuat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Sehingga, sampai saat ini pun kita hanya dapat merasakan dilema tentang tragedi G 30S/PKI tersebut.

Terlepas dari semua itu, sebagai penerus bangsa, seharusnya kita mampu mengambil pelajaran berharga dari sejarah G 30S/PKI tersebut. Tidak hanya memperdebatkan tentang kebenaran dari kronologi terjadinya saja, melainkan kita harus mampu berpikir lebih jauh melangkah ke depan. Yakni, mampu memetik hikmah atau pelajaran yang telah disampaikan oleh sejarah itu sendiri secara utuh, kemudian mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ke dalam realita kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini dan di masa yang akan datang.

Bercermin dari tragedi G 30S/PKI, kejadian ini seharusnya mengingatkan kita pada pentingnya mejaga persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya rasa persatuan dan kesatuan maka suatu golongan dapat dengan mudahnya terpecah belah. Pancasila dalam sila ke-3 yang berbunyi “Pesatuan Indonesia” telah dengan tegas menyeru seluruh rakyat Indonesia untuk selalu menjunjung persatuan demi terwujudnya negara yang kokoh dan berkarakter.

Namun, mewujudkan sila tersebut tidaklah semudah mengucapkannya. Dalam implementasi kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya selalu ada perselisihan bahkan pertikaian yang tidak kita harapkan. Bangsa ini telah banyak merasakan berbagai pertikaian yang terjadi hampir di setiap wilayahnya mulai dari pertengkaran antar individu sampai perang saudara. Bukan hanya mereka yang sudah dewasa yang bertikai namun tidak jarang para pelajar pun turun ke jalan untuk tawuran. Sadar atau tidak, kita memang kurang mengindahkan apa yang Pancasila serukan dalam sila-silanya. Selalu saja melakukan kesalahan yang sama adalah hal yang sudah biasa kita lakukan. Pertikaian antar suku, keadilan yang tersisihkan, dan pemerintahan yang seakan buta keadaan membuat bangsa ini semakin terkecewakan.

Sebelum semua berakhir, tidakkah kita melihat potensi besar yang terpendam dalam bangsa ini? Tidakkah kita menyadari akan kekuatan kebangkitan bangsa ini? Tidakkah kita tergugah untuk bangkit dan mengubah masa depan Bangsa Indonesia mejadi lebih baik? Lihatlah bentang alam yang telah Tuhan sediakan untuk kita. Lihatlah keunggulan bangsa kita dalam jumlah penduduknya. Lihatlah kekayaan budaya dan kearifan lokal yang melimpah yang kesemuanya itu tentu mampu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan masa depan yang indah. Mari bersama-sama kita berpikir positif dan optimis terhadap kemajuan bangsa dan turut mewujudkannya.

Melalui momentum Kesaktian Pancasila ini, mari kita kenang sejarah bangsa kita yang berisi banyak hikmah dan pelajaran berharga. G 30S/PKI adalah salah satu tragedi tentang meletusnya pertikaian dalam kubu pemerintahan yang berujung pada pertumpahan darah. Sebagai generasi muda Bangsa Indonesia, sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga persatuan agar tidak terjadi hal seperti ini di kemudian sebagai pengamalan “Persatuan Indonesia”. Mahasiswa sejati adalah mereka yang terus berjuang demi kemajuan bangsanya dan menancapkan nilai-nilai Pancasila dalam hati mereka.

TEKNIK! JAYA!
TEKNIK SATU! HARGA MATI!

Muhammad Bayhaqi Irwansyah
Media Informasi Teknik

Senin, 29 September 2014

BEM KMFT Gandeng BSO TBMM Fakultas Kedokteran untuk Bakti Sosial Desa Hargorejo, Kulonprogo

Minggu, 28 September 2014, BEM KMFT UGM kembali mengadakan bakti sosial tahunan. Kali ini bakti sosial diadakan di Dukuh Gunung Kukusan, Desa Hargorejo, Kec. Kokap, Kab. Kulonprogo. Kali ini BEM KMFT bekerjasama dengan BSO TBMM Fakultas Kedokteran mengadakan berbagai kegiatan di desa tersebut, meliputi pengobatan dan pengecekan kesehatan gratis, pembagian sembako gratis, dan bazar murah.

Jumat, 26 September 2014

Serunya Perebutan Gelar Juara Voli Teknisiade (26/9)

Perebutan Juara 3 Volley Putri dimulai dengan teriakan penyemangat dari para supporter tim Teknik PWK dan tim Teknik Geologi di Batalion Infanteri pada pukul 16.00. Pertandingan pertama hari ini dimeriahkan oleh Supreme Planner dan Panser Geo dengan atribut, lagu, dan yel masing-masing tim. Skor yang terus bergerak dengan selisih tipis akhirnya dimenangkan dengan skor 2 – 0 yang berarti Juara 3 Volley Putri Teknisiade 2014 dimenangkan oleh tim volley Teknik Geologi.

Pertandinganpun dilanjutkan antara Teknik Sipil dan Teknik Kimia. Supporter dari Teknik Sipil, Civillion, terlebih dahulu memenuhi lapangan dan diiringi oleh yel-yel yang enerjik. Kemudian dilanjutkan oleh supporter Teknik Kimia, Maximania, yang datang dan meneriakan yel yang tak kalah enerjik. Suasana pertandinganpun mulai memanas seiring dengan skor yang saling menyusul. Set pertamapun dimenangkan oleh tim Teknik Kimia dengan kostum merahnya. Meskipun diselang waktu istirahat dan adzan Maghrib, set kedua pertandingan berjalan kembali dengan pertandingan yang tak kalah seru. Posisi kemenanganpun berganti dan jatuh kepada tim Teknik Sipil di set kedua. Supporter dari Teknik Geodesi dan Teknik Industripun mulai berdatangan dan ikut menonton pertandingan Final Putri yang makin memanas di set ketiga. Hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 pertandingan final volley putri dimenangkan oleh tim volley Teknik Kimia dengan skor 2 – 1. 

Kamis, 25 September 2014

[Release] Kajian tentang Blok Mahakam

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satu diantaranya adalah minyak dan gas. Ketersediaan minyak bumi dan gas alam ini jelas berperan dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.

Rabu, 24 September 2014

Teknisiade Cabang Voli : Semakin Meriah di Hari ke-3

 
 Tanpa terasa pertandingan teknisiade telah mencapai hari ke-3. Namun euphoria tak berkurang sedikit pun, justru semakin bertambah. Teknisiade putaran kedua putri pada Rabu (24/09) kembali dimulai. jurusan Teknik Sipil kembali bertanding di laga voli putri setelah kemaren Senin, 22 September 2014 berhasil memenangkan pertandingan melawan Teknik Arsitektur. Kali ini Teknik Sipil kembali memenangkan pertandingan voli putri atas Teknik Industri. Setelah sempat kalah di set pertama dengan skor 17-25, namun di set kedua dan ketiga Teknik Sipil dapat bangkit dan menang dengan skor 25-17 dan 25-22.

Pertandingan Volley 23 Sept [Putri] Geodesi vs Sipil, [Putra] Geodesi vs Sipil

Pertandingan Teknisiade 2014 berlanjut pada hari kedua, masih pertandingan Cabang Olahraga Voli berlokasi di Lapangan Yonif. Pertandingan berlangsung antara tim Voli Putra Keluarga Mahasiswa Teknik Geodesi (KMTG) melawan tim Voli Putra Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil (KMTS). Dimulai dari pukul 19.30 WIB, berlangsung seru dan sengit. Banyak terjadi reli-reli panjang dalam perebutan bola. Kedua tim mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Selasa, 23 September 2014

Pengumuman 2 : Daftar Peserta Wawancara SKULKAD

Pengumuman Tahap 2

1.      Pada pengumuman ini akan diberikan sejumlah nama yang lolos tahap 2 dan sistem wawancara SKULKAD 2014

Senin, 22 September 2014

Sekolah Kaderisasi BEM KMFT 20-21 September 2014

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KMFT) Universitas Gadjah Mada baru saja melakukan rangkaian Sekolah Kaderisasi (SKULKAD) pada tanggal 20-21 September 2014. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut ialah Pemuda Pemudi-Peduli Negri. SKULKAD merupakan rangkaian kegiatan dari Open Recruitment calon kader BEM KMFT yang dimotori oleh Biro PSDM BEM KMFT.

Laporan Pertandingan Volley 22 Sept [Putri] Arsi vs Sipil, [Putra] Mesin vs TETI dan [Putra] Tekim vs Geologi

Teknisiade 2014 Togetherness in Rivalry diawali dengan pertandingan voli putri Teknik Arsitektur vs Teknik Sipil. Hari ini, tepatnya pada hari Senin, 22 September 2014 pukul 16.00 – 17.00 menjadi detik pertama dimulainya rangkaian pertandingan di fakultas teknik UGM. Satu jam pertandingan berlangsung dan kemenangan akhirnya diraih oleh jurusan teknik sipil di 2 set awal, dengan skor 25 : 14 di set pertama dan 25 : 17 di set kedua.
Pertandingan pertama cabang Voli Putra ini diawali oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin (KMTM) melawan Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknologi Infomasi (KMTETI). Meskipun pertandingan baru dilaksanakan seusai maghrib yaitu pukul 18.30 hingga pukul 19.30, namun tidak mengurangi semangat dari para pendukung masing-masing jurusan ini.

Pertandingan berlangsung kurang lebih selama satu jam berlangsung cukup menghebohkan. Kedua tim sama-sama berusaha memberikan yang terbaik untuk mendapatkan point sebanyak-banyaknya. Pada akhirnya pertandingan pun berakhir dengan skor 18-25 untuk KMTM.

“Kami berusaha berlatih sebaik-baiknya selama seminggu terakhir ini. Semoga di pertandingan selanjutnya KMTM dapat memenangkan pertandingan selanjutnya”, ujar M. Roy Hakiki (Teknik Mesin 2011), salah satu pemain voli KMTM.
Pertandingan terakhir ditutup dengan pertandingan antara Teknik Geologi dengan Teknik Kimia. Tepat pukul 7 malam para supporter dari kedua pihak sudah memadati Lapangan Yonif. Tampak supporter Teknik Kimia menggunakan dresscode Maxima merahnya, begitu pula Geologi dengan dresscode kuning dan hitam. Lautan merah dan kuning tampak begitu mewarnai lapangan saat itu. Lapangan tampak begitu riuh meski pertandingan belum dimulai. Di saat para pemain sedang pemanasan di lapangan, tampak para supporter bersorak-sorai memberi semangat para pemain.

Di awal pertandingan, Teknik Kimia berhasil memberikan cukup banyak point. Namun, Teknik Geologi tak ayalnya menyerah, mereka mengejar ketertinggalannya. Babak satu berakhir manis dengan skor 22-25 atas Teknik Geologi. Pertandingan dilanjutkan ke babak dua yang semakin panas. Akhirnya pertandingan selesai dengan skor 25-18 masih atas Teknik Geologi. Euforia yang begitu riuh terjadi di tengah lapangan, para supporter Teknik Geologi semua turun ke bawah dan diakhiri dengan push-up yang dilakukan oleh para supporter teknik Geologi beserta para pemain. Kemenangan ini tak bisa dipungkiri lagi atas usaha keras para pemain. Seperti yang dituturkan oleh Sang Kapten, Galih Fitono, “Latihan rutin merupakan persiapan menuju kemenangan serta mengatur posisi pemain merupakan strategi yang dilakukan.”

Minggu, 21 September 2014

Bagan Futsal, Basket, Voli, dan Sepak Bola TEKNISIADE 2014