Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Rabu, 29 Oktober 2014

Study Comparation BEM KMFT UMY ke BEM KMFT UGM

Jum’at, 24 Oktober 2014, BEM KMFT UGM kembali kedatangan tamu. Pertemuan singkat dalam rangka study comparation antara BEM KMFT UGM dan BEM KMFT UMY kali ini bertujuan untuk saling bertukar gagasan dan sharing pendapat mengenai struktur organisasi maupun kinerja yang telah di jalankan. Pertemuan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB yang juga diikuti oleh perwakilan KM/HM masing-masing universitas ini dilaksanakan di ruang 2.4 KPFT FT UGM.

Selasa, 28 Oktober 2014

Open Recruitment Gerakan Teknik Mengajar (GTM) 2014


Download Formulir Gerakan Teknik Mengajar 2014

Senin, 27 Oktober 2014

PRESS RELEASE GERAKAN “Together We Save Energy” BEM KMFT UGM Senin, 27 Oktober 2014

Indonesia adalah Negara yang sangat kaya pada awalnya, hampir semua yang ada di Negara ini dapat dimanfaatkan, baik dari hasil lautnya hingga hasil buminya. Dari perut buminya sendiri, begitu banyak anugerah alam yang diberikan tuhan kepada Negara ini, sebut saja seperti kekayaan mineral hingga kekayaan minyak dan gas buminya. Berdasarkan data Indonesia Mining Asosiation, Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbesar untuk negara yang kaya akan sumberdaya tambang, Peringkat ke-13 negara dengan cadangan gas alam, dan Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai negara pengekspor LNG terbesar sebesar 29,6 bcf. Sedangkan produksi minyak pernah mencapai 1,6 juta bph pada tahun 1996.

Melihat fakta diatas Indonesia begitu beruntung dengan kekayaan yang diberikan oleh Tuhan, namun kondisi berubah secara drastis pada dewasa ini, hampir seluruh sektor alam Indonesia turun produksinya, khususnya pada sektor energi. Hal ini diakibatkan oleh begitu masifnya eksploitasi sumber daya alam hingga tidak banyak menyisakan sumber energi untuk anak cucu kita, hal ini diperparah dengan budaya masyarakat Indonesia yang bergitu konsumtif, tidak mampu melakukan penghematan, sehingga banyak energi terbuang. Menurut data statistic ESDM produksi minyak sekarang anjlok hingga menyentuh 289.899 barel pada tahun 2011 dan terus menurun hingga sekarang. Padahal Saat ini kebutuhan akan BBM kita mencapai 1,3 juta barel/hari, Oleh karena itu pemerintah harus mengimpor minyak dalam bentuk BBM sebesar 500.000 barel/hari (Ditjen Migas 2012). Hal ini jika dibiarkan terus terjadi maka akan membahayakan Negara, bagaimana tidak, pada kondisis saat ini 50% minyak yang dikonsumsi didalam negeri berasal dari impor, bahkan ketergantungan impor BBM kita sebesar 900 ribu barel/hari (500 ribu barel BBM, 400 ribu barel minyak mentah) dengan harga fluktuatif yang mengacu pada NYMEX (New York Mercantile Exchange). Bayangkan ketika terjadi konflik di Negara yang meng-ekspor minyaknya ke Indonesia, maka harga minyak dipastikan akan sangat mahal, bahkan tidak menutup kemungkinan Negara pengekspor terancam tidak dapat mengekspor minyaknya kembali. Jika hal tersebut terjadi, maka pemerintah dapat dipastikan mencabut subsidinya, sehingga kelangkaan minyak terjadi didalam negeri dan rakyat Indonesia akan merasakan apa yang dinamakan krisis energi. Fakta tersebut diperparah dengan cadangan minyak yang tidak begitu banyak tersisa lagi, maka bisa diramalkan tidak lama lagi Negara ini akan hancur karena krisis energi tersebut.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Maka tentu hal yang pertama kali muncul di benak kita adalah mengutuk pemerintah, mengatakan pemerintah tidak becus dalam menjalankan Negara dan sebagainya. Tapi apakah hal tersebut satu-satunya solusi yang bisa kita lakukan? Tentu tidak, penyelematan energi bangsa bisa dilakukan, dimulai dari diri kita sendiri, dan dimulai dari sekarang. 

Berawal dari hal-hal sederhana maka kita dapat mengupayakan penyelamatan bangsa dari kebangkrutan pasokan energi yang mengancam Negara ini. Sehingga, dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya menghemat energi beserta upaya-upaya sederhana untuk mewujudkannya, maka BEM KMFT UGM selaku badan mahasiswa resmi fakultas teknik kampus UGM membentuk satu gerakan bersama guna mengajak mahasiswa-mahasiswi UGM khususnya dan Indonesia umumnya untuk melakukan langkah sederhana dalam rangka penghematan mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang, yang kemudian gerakan ini dinamakan “Together We Save Energy”

Gerakan ini adalah gerakan yang akan fokus untuk mengajak mahasiswa UGM khususnya dan Indonesia umumnya untuk melakukan penghematan energi dari langkah kecil. Adapun dalam gerakan ini akan dirancang suatu program-program dalam upaya penyelamatan energi bangsa, yang dilakukan secara kolektif dan efektif, yang diwujudkan dalam 2 bentuk secara garis besar, yaitu :

1. Program berbasis kajian
Dalam program ini, kami akan aktif terus mengkaji fakta-fakta dan data-data terkait energi yang terjadi di seputaran kampus UGM khususnya dan Nasional umumnya yang kemudian merumuskan suatu solusi yang bertujuan untuk pemanfaatan energi secara bijak. Diharapkan dari program ini ada suatu basis intelektual berupa data atau hasil kajian yang menjadi dasar dari setiap sikap maupun aksi yang akan dilakan oleh gerakan Together We Save Energy. Pada program ini pula, maka gerakan ini aktif mengajak organisasi-organisasi lain yang focus pada energi pula untuk senantiasa berkordinasi dan berdiskusi terkait isu-isu energi baru yang terus berkembang.

2. Program berbasis aksi

Dalam program ini, kami akan berinisiatif untuk mengadakan aksi secara kolektif dengan mahasiswa umum untuk melakukan suatu kegiatan positif dalam upaya penghematan energi. Dari program ini diharapkan timbul rasa kepedulian dari tiap mahasiswa terhadap krisis energi yang akan dialami oleh bangsa kita, adapun dalam jangka panjangnya diharapkan muncul pahlawan-pahlawan energi bangsa yang memiliki gagasan-gagasan besar terkait penyelamatan energi bangsa.

Diharapkan dengan adanya gerakan ini maka penggunaan energi bisa diminimalkan sehingga sumber daya energi Indonesia dapat bertahan hingga generasi mendatang.

Atas Nama,
Menko Kebijakan Dan Strategi BEM KMFT




Hendarko Hinu Hardhanto
More Info :
Twitter @TWSE_UGM
FB Together We Save Energy

Rabu, 22 Oktober 2014

Pengumuman Sekolah Kaderisasi BEM KMFT 2014

Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis.  –Soe Hok Gie –

Selamat bergabung kepada para Kader Mula BEM KMFT UGM. Selamat Berjuang dan berkarya. Bangsa ini membutuhkanmu!
------------------------------------------------------------------------- 
Pengumuman juga di tempel di sekre BEM KMFT.

Jalan-jalan penyambutan Kader Mula BEM akan diadakan ke Gua Pindul pada Minggu, 26 Oktober 2014. Bagi yang berminat kumpul di Sekre BEM KMFT pukul 07.00 dengan membawa peralatan secukupnya. Konfirmasi ke Sekjen BEM KMFT Mas Zaky (087841220606)

Informasi lebih lanjut mengenai Proses Skulkad bisa menghubungi Kabiro PSDM BEM KMFT Mas Nabil Satria (085646497472)

Kamis, 09 Oktober 2014

Teknisiade Basket Putra : Euforia Semifinal

Tanpa terasa pertandingan Basket telah memasuki semi final. Teknisiade pada Kamis (09/10) ini pun kembali dilaksanakan. Pada pukul 17.30, pertandingan yang diikuti Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) melawan Keluarga Mahasiswa Teknik Fisika (KMTF) berlangsung sangat meriah dan semakin menambah euphoria dengan sorak-sorai dari suporter tiap jurusan. 

Para peserta dari kedua jurusan ini terus bertanding sekuat tenaga tanpa mengurangi rasa sportifitas dari keduanya. Pertandingan pun semakin bertambah seru apalagi karena skor yang diperoleh tidak jauh berbeda dan cenderung saling berkejaran. Pada detik-detik terakhir pun skor yang diperoleh kedua jurusan pun masih cenderung hampir sama hingga belum dapat diketahui siapa pemenangnya. Namun pada akhirnya pertandingan pun diakhiri dengan Teknik Fisika yang keluar sebagai pemenang dan masuk final pada Jumat (10/10)
"Seneng banget bisa mnang, bisa melangkah sampai sejauh ini pokoknya bangga deh. Harapannya besok kita bisa main maksimal dan main tanpa beban," ujar Kelvian M ( Teknik Fisika '13)

Yovita Indriya
Media Informasi Teknik

Rabu, 01 Oktober 2014

[Prolog] BBM : Kemana Kau Pergi?


Bahan bakar minyak (BBM) adalah bahan bakar yang bisa dibilang roda penggerak kehidupan manusia paling utama di Indonesia. Kenapa? Sebut saja sektor Transportasi, Industri, Rumah Tangga dan Pembangkit Listrik adalah empat besar penggunanya. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya jika BBM itu “menghilang” dari pasaran. 

Seperti yang kita lihat baru baru ini. Pemerintah, melalui BPH Migas dan Pertamina, mengeluarkan Surat Edaran BPH Migas No. 937/07/Ka.BPH/2014 tentang Pembatasan Penggunaan BBM bersubsidi, terutama solar dan premium, yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 Agustus 2014 dan berakibat pada fenomena “langka”nya premium serta solar bersubsidi di SPBU.

Kilas Balik 


Dalam UU No. 23 tahun 2013 tentang “Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran (APBN) 2014” pasal 14 dijelaskan bahwa subsidi untuk bahan bakar minyak dan bahan bakar gas dianggarkan sebesar Rp 210.735.506.000.000,00 (dua ratus sepuluh triliun tujuh ratus tiga puluh lima miliar lima ratus enam juta rupiah) atau setara dengan 48 juta kiloliter BBM bersubsidi.

Potret Kelangkaan BBM di salah satu SPBU
Sumber : http://statik.tempo.co/?width=450&id=100408
Menurut Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Prof. Firmanzah Indonesia tengah menghadapi tantangan ekonomi dan fiskal yang tidak ringan. Selain harus melakukan mitigasi sebagai dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, Indonesia harus menerima kenyataan menurunnya realisasi penerimaan dari sektor perpajakan. Dan perlu adanya revisi APBN 2014 untuk disesuaikan dengan kondisi terkini.

Kemudian pemerintah dan DPR menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi UU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 yang salah satu isinya menambahkan anggaran subsidi BBM menjadi 246,46 Triliun atau naik sekitar 35 triliun lebih dari anggaran sebelumnya. Tetapi hanya bisa mematok 46 juta kiloliter BBM bersubsidi dikarenakan perubahan kurs yang sebelumnya Rp10.500 dalam APBN (2014) menjadi Rp11.600

Dengan adanya pembatasan BBM ini diharapkan stok kebutuhan tetap terpenuhi hingga akhir tahun karena dari data yang diperoleh dari situs resmi Pertamina, sampai dengan 31 Juli 2014, penggunaan solar bersubsidi sudah mencapai 9,12 juta KL atau sekitar 60% dari total kuota APBN-P 2014 yang dialokasikan kepada PT. Pertamina (persero) sebesar 15,16 juta KL. Dan realisasi konsumsi premium bersubsidi mencapai 17, 08 KL atau 58% dari kuota APBN-P 2014, sebesar 29,29 juta KL.

Lalu kenapa bisa terjadi antrean yang begitu panjang di SPBU dan bahkan terjadi “kelangkaan” BBM? Apakah dengan pembatasan BBM ini membuat kebutuhan masyarakat akan BBM tidak tercukupi? Atau kah sebenarnya hanya kepanikan masyarakat semata? Atau hanya strategi politik saja dalam masa transisi kepemimpinan ini?

Sumber : Departemen Kajian Strategis BEM KMFT UGM

Selasa, 30 September 2014

Pancasila di Hati Kami, G 30S/PKI Tak Akan Terulang Lagi!


1965, Indonesia pernah diguncang tragedi yang sangat memilukan sejarah dan catatan perjalanan bangsa Indonesia. Tragedi itu dikenang dengan Gerakan 30 September 1965 atau sering disebut dengan G 30S/PKI. Pada saat itu, para Jenderal dan Petinggi Angkatan Darat dibunuh secara sadis dan jasadnya dibuang ke Lubang Buaya, banyak rakyat yang tidak tahu-menahu tentang segala sesuatu juga ikut dibantai dengan penuh kekejaman.

Sampai detik ini, sejarah tentang tragedi G 30S/PKI belum menemukan titik terang. Masih diselimuti dengan kabut ketidakjelasan. Semuanya terjadi karena sepanjang perjalanannya para sejarawan belum menemukan bukti-bukti yang kuat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Sehingga, sampai saat ini pun kita hanya dapat merasakan dilema tentang tragedi G 30S/PKI tersebut.

Terlepas dari semua itu, sebagai penerus bangsa, seharusnya kita mampu mengambil pelajaran berharga dari sejarah G 30S/PKI tersebut. Tidak hanya memperdebatkan tentang kebenaran dari kronologi terjadinya saja, melainkan kita harus mampu berpikir lebih jauh melangkah ke depan. Yakni, mampu memetik hikmah atau pelajaran yang telah disampaikan oleh sejarah itu sendiri secara utuh, kemudian mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya ke dalam realita kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini dan di masa yang akan datang.

Bercermin dari tragedi G 30S/PKI, kejadian ini seharusnya mengingatkan kita pada pentingnya mejaga persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya rasa persatuan dan kesatuan maka suatu golongan dapat dengan mudahnya terpecah belah. Pancasila dalam sila ke-3 yang berbunyi “Pesatuan Indonesia” telah dengan tegas menyeru seluruh rakyat Indonesia untuk selalu menjunjung persatuan demi terwujudnya negara yang kokoh dan berkarakter.

Namun, mewujudkan sila tersebut tidaklah semudah mengucapkannya. Dalam implementasi kehidupan berbangsa dan bernegara tentunya selalu ada perselisihan bahkan pertikaian yang tidak kita harapkan. Bangsa ini telah banyak merasakan berbagai pertikaian yang terjadi hampir di setiap wilayahnya mulai dari pertengkaran antar individu sampai perang saudara. Bukan hanya mereka yang sudah dewasa yang bertikai namun tidak jarang para pelajar pun turun ke jalan untuk tawuran. Sadar atau tidak, kita memang kurang mengindahkan apa yang Pancasila serukan dalam sila-silanya. Selalu saja melakukan kesalahan yang sama adalah hal yang sudah biasa kita lakukan. Pertikaian antar suku, keadilan yang tersisihkan, dan pemerintahan yang seakan buta keadaan membuat bangsa ini semakin terkecewakan.

Sebelum semua berakhir, tidakkah kita melihat potensi besar yang terpendam dalam bangsa ini? Tidakkah kita menyadari akan kekuatan kebangkitan bangsa ini? Tidakkah kita tergugah untuk bangkit dan mengubah masa depan Bangsa Indonesia mejadi lebih baik? Lihatlah bentang alam yang telah Tuhan sediakan untuk kita. Lihatlah keunggulan bangsa kita dalam jumlah penduduknya. Lihatlah kekayaan budaya dan kearifan lokal yang melimpah yang kesemuanya itu tentu mampu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan masa depan yang indah. Mari bersama-sama kita berpikir positif dan optimis terhadap kemajuan bangsa dan turut mewujudkannya.

Melalui momentum Kesaktian Pancasila ini, mari kita kenang sejarah bangsa kita yang berisi banyak hikmah dan pelajaran berharga. G 30S/PKI adalah salah satu tragedi tentang meletusnya pertikaian dalam kubu pemerintahan yang berujung pada pertumpahan darah. Sebagai generasi muda Bangsa Indonesia, sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga persatuan agar tidak terjadi hal seperti ini di kemudian sebagai pengamalan “Persatuan Indonesia”. Mahasiswa sejati adalah mereka yang terus berjuang demi kemajuan bangsanya dan menancapkan nilai-nilai Pancasila dalam hati mereka.

TEKNIK! JAYA!
TEKNIK SATU! HARGA MATI!

Muhammad Bayhaqi Irwansyah
Media Informasi Teknik

Senin, 29 September 2014

BEM KMFT Gandeng BSO TBMM Fakultas Kedokteran untuk Bakti Sosial Desa Hargorejo, Kulonprogo



Minggu, 28 September 2014, BEM KMFT UGM kembali mengadakan bakti sosial tahunan. Kali ini bakti sosial diadakan di Dukuh Gunung Kukusan, Desa Hargorejo, Kec. Kokap, Kab. Kulonprogo. Kali ini BEM KMFT bekerjasama dengan BSO TBMM Fakultas Kedokteran mengadakan berbagai kegiatan di desa tersebut, meliputi pengobatan dan pengecekan kesehatan gratis, pembagian sembako gratis, dan bazar murah.

Pengobatan dan pengecekan kesehatan gratis (pengecekan tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah) oleh TBMM ditujukan kepada warga di segala rentang usia, namun mayoritas pasien yang datang adalah bapak-bapak dan ibu-ibu. Total pasien berjumlah 76 warga. Sementara itu, sembako gratis dibagikan secara merata kepada 97 Kepala Keluarga (KK). Sembako yang dibagikan berupa beras, minyak goreng, gula, kecap, dan susu. Selain itu, ada pula bazar murah yang meliputi kasur lipat, sepatu, baju, dan tas. Misalnya untuk kasur lipat dijual dengan harga Rp 10.000,00 , sedangkan barang-barang lainnya dijual dengan harga Rp 3.000,00. Barang-barang tersebut didapat dari sumbangan kasur dan sandang bekas layak pakai dari para mahasiswa Fakultas Teknik. Hasil penjualan diserahkan kembali kepada kepala dukuh untuk digunakan sebagai keperluan bersama warga dukuh.

Bakti sosial berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB di rumah kepala dusun. Sulitnya akses ke desa tak menyurutkan semangat kami melaksanakan bakti sosial ini. Akses dari jalan utama masuk menuju desa hanya dihubunngkan oleh jalan semen kecil yang tidak bisa dilalui mobil. Jalannya pun sangat menanjak hingga motor hanya bisa dinaiki 1 orang dan sisanya berjalan kaki, karena akan berjalan mundur jika dinaiki 2 orang.

Adapun tujuan diadakannya bakti sosial ini adalah untuk lebih membantu desa yang mayoritas penduduknya kurang mampu. Untuk ke depannya, rencananya desa Hargorejo ini akan dijadikan sebagai desa binaan untuk membantu desa agar lebih berkembang dan madani. Selain itu, kegiatan bakti sosial seperti ini dapat dijadikan ajang mahasiswa untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan ajang pengabdian kepada masyarakat.

“Bakti sosial ini dapat digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan kembali rasa peduli, menyadarkan diri bahwa mahasiswa tidak hanya melulu belajar tapi juga peduli lingkungan,” kata Rizal Bagja Wiguna, kepala Departemen Sosmas BEM KMFT.

“Selain bertujuan untuk berkontribusi, saya pribadi memperoleh kebahagiaan tersendiri dari bakti sosial ini. Senang rasanya melihat senyum bahagia warga desa,” kata Fakhri, anggota Departemen Sosmas BEM KMFT UGM.

Dyah Nur Suci
Media Informasi Teknik

Jumat, 26 September 2014

Serunya Perebutan Gelar Juara Voli Teknisiade (26/9)

Perebutan Juara 3 Volley Putri dimulai dengan teriakan penyemangat dari para supporter tim Teknik PWK dan tim Teknik Geologi di Batalion Infanteri pada pukul 16.00. Pertandingan pertama hari ini dimeriahkan oleh Supreme Planner dan Panser Geo dengan atribut, lagu, dan yel masing-masing tim. Skor yang terus bergerak dengan selisih tipis akhirnya dimenangkan dengan skor 2 – 0 yang berarti Juara 3 Volley Putri Teknisiade 2014 dimenangkan oleh tim volley Teknik Geologi.

Pertandinganpun dilanjutkan antara Teknik Sipil dan Teknik Kimia. Supporter dari Teknik Sipil, Civillion, terlebih dahulu memenuhi lapangan dan diiringi oleh yel-yel yang enerjik. Kemudian dilanjutkan oleh supporter Teknik Kimia, Maximania, yang datang dan meneriakan yel yang tak kalah enerjik. Suasana pertandinganpun mulai memanas seiring dengan skor yang saling menyusul. Set pertamapun dimenangkan oleh tim Teknik Kimia dengan kostum merahnya. Meskipun diselang waktu istirahat dan adzan Maghrib, set kedua pertandingan berjalan kembali dengan pertandingan yang tak kalah seru. Posisi kemenanganpun berganti dan jatuh kepada tim Teknik Sipil di set kedua. Supporter dari Teknik Geodesi dan Teknik Industripun mulai berdatangan dan ikut menonton pertandingan Final Putri yang makin memanas di set ketiga. Hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 pertandingan final volley putri dimenangkan oleh tim volley Teknik Kimia dengan skor 2 – 1. 

Kamis, 25 September 2014

[Release] Kajian tentang Blok Mahakam

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, salah satu diantaranya adalah minyak dan gas. Ketersediaan minyak bumi dan gas alam ini jelas berperan dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.